PENGEMBANGAN PELAYANAN PUBLIK MELALUI E-GOVERNMENT: KASUS IMPLEMENTASI APLIKASI SIANTON DI BPN KOTA PEKANBARU
Main Article Content
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Inovasi Pelayanan Berbasis E-Government melalui Aplikasi Sistem Antrian Online (SIANTON) di Kantor Badan Pertanahan Nasional Kota Pekanbaru serta untuk mengetahui faktor penghambat inovasi pelayanan berbasis e-government melalui aplikasi sistem antrian online (SIANTON) di Kantor Badan Pertanahan Nasional Kota Pekanbaru. Jenis Penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan cara Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi. Sedangkan indikator penelitiannya adalah yaitu Kelompok dan jenis, Persyaratan, Biaya, Waktu, dan Prosedur. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Pelayanan Berbasis E-Government melalui Aplikasi Sistem Antrian Online di Kantor Badan Pertanahan Nasional Kota Pekanbaru belum berjalan optimal, hal ini dilihat indikator disebabkan beberapa faktor penghambat pelayanan berbasis e-government melalui aplikasi sistem antrian online di Kantor Badan Pertanahan Nasional yaitu kurangnya informasi sosialisasi adanya pembaruan sistem antrian online kepada masyarakat, kurang pahamnya masyarakat lansia untuk memakai aplikasi web, pengaduan permasalahan waktu pelayanan dan gangguan jaringan web yang error.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Anwar, K. D. (2013). Analisis Faktor-Faktor Keberhasilan Elektronik Government Pada Pemerintah. Kabupaten Jepara: Vol 2(4), ejournal3.undip.ac.id.
Bagong, S. (2005). Metode Penelitian Sosial. Jakarta: Kencana Prenanda Media Group .
Dwiyanto, A. (2008). Mewujudkan Good Governance Melalui Pelayanan Publik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Effendi, S. (1987). Debirokratisasi dan Deregulasi: Upaya Meningkatkan Kemampuan Administrasi untuk Melaksanakan Pembangunan. Yogyakarta:UGM Monograph.
Fang, Z. (2022). E-Government In Digital Era: Concept, Practise and Development. International Journal of The Computer, The Internet and The Management
Gross, D. &. (2008). Fundamental of Queuieng Theory: Fount Edition . New Jersey, John Willey and Sons.
Holle, E. (2011). Pelayanan Publik Melalui Electronic Government: Upaya Meminimalisir Praktek Maladministrasi dalam Meningkatkan Public Service.
I. G, P. (2018). Analisis Implementasi E-Government Pada Pemerintah Daerah Tingkat Provinsi. Diakses pada tanggal 28 Mei 2018.
Indrajit, R. E. (2008). Electronic Government in Action. Yogyakarta: Andi Yogyakarta.
Kusnadi, D. &. (2017). Electronic Government Pemberdayaan Pemerintah dan Potensi Keluarahan. studi kasus: Kelurahan Pringsewu Selatan: Jurnal TAM (Technology Acceptance Model).
Pasolong, H. (2007). Teori Administrasi Publik. Bandung: Alfabeta.
Sosiawan, E. A. (2008). Tantangan dan Hambatan Implementasi E-Government di Indonesia. makalah disampaikan dalam Seminar Proposal Informatika .
Suharsimi, A. (2018). Presedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Rineka Cipta.
Suwarno, Y. (2008). Inovasi di Sektor Publik. Jakarta : STIALAN Press.
Ulber, S. (2009). Metode Penelitian Sosial. Bandung: PT. Refika Aditama.
Wasistiono, S. (2003). Etika Hubungan Legislatif-Eksekutif dalam Pelaksanaan Otonomi Dearah. Bandung: Fokus Media.