JUAL BELI BARANG YANG BELUM DIMILIKI DALAM KITAB AL-UMM IMAM AL-SYAFI’I DAN RELEVANSINYA TERHADAP PERMASALAHAN SHORT SELLING SAHAM

Penulis

  • Amrul Muzan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Tifani Pratiwi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Siti Jubaidah Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Abdul Aziz Harahap Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Husni Syauqi Ilyani Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • syamsuddin Muir Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

DOI:

https://doi.org/10.2023/islamiclawreview.v4i1.188

Kata Kunci:

bay‘ mā laysa ‘indak; Al-Umm; Imam al-Syafi‘i; short selling.

Abstrak

Abstrak

Praktik jual beli barang yang belum dimiliki (bay‘ mā laysa ‘indak) merupakan isu klasik dalam fikih muamalah yang kembali relevan dalam konteks transaksi keuangan modern, khususnya short selling saham di pasar modal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pandangan Imam al-Syafi‘i dalam kitab Al-Umm terkait larangan jual beli tanpa kepemilikan serta menilai relevansinya terhadap praktik short selling saham. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan melalui analisis normatif-tekstual terhadap sumber fikih klasik dan literatur kontemporer, termasuk fatwa DSN-MUI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam al-Syafi‘i secara tegas melarang transaksi yang tidak didasarkan pada kepemilikan dan kemampuan penyerahan barang, sehingga praktik naked short selling dinyatakan tidak sah secara syariah, sementara covered short selling tetap bermasalah karena kepemilikan belum sempurna. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan prinsip kepemilikan dan kepastian akad dalam regulasi pasar modal syariah agar selaras dengan nilai keadilan dan kepastian hukum Islam.

Kata kunci: bay‘ mā laysa ‘indak; Al-Umm; Imam al-Syafi‘i; short selling.

 

Diterbitkan

2026-07-28